ADDIE, Formula Wajib untuk Desain Instruksional

 

Pada umumnya, merancang  sesuatu  selalu memiliki tahapan. Sama halnya dengan membuat desain instruksional. Dasar dari penerapan desain instruksional adalah menggunakan prinsip ADDIE. Seperti yang telah dijelaskan di Mengenal Desain Instruksional, ADDIE adalah sebuah rangkaian proses desain instruksional yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Kelima tahapan tersebut adalah panduan bagi para pembuat konten e-learning dalam menciptakan sebuah pembelajaran yang efektif.

Model ADDIE awalnya dikembangkan oleh Florida State University untuk menjelaskan proses yang yang terlibat dalam perumusan pengembangan sistem instruksional pada program pelatihan interservis militer yang memadai. Selama bertahun-tahun, tahapan-tahapan ADDIE terus diperbaharuii dan akhirnya model itu sendiri menjadi lebih dinamis dan interaktif, sampai muncul versi yang paling populer di pertengahan 80-an, seperti yang kita mengerti hari ini.

Kelima tahapan tersebut adalah:

  1. Analyze (Analisis):

Tahap pertama pembangunan konten adalah Analisis. Analisis mengacu pada pengumpulan informasi tentang trainee, seperti tugas yang harus diselesaikan, bagaimana trainee akan melihat konten, dan tujuan keseluruhan proyek. Desainer instruksional kemudian mengklasifikasikan informasi untuk membuat konten yang lebih aplikatif dan sukses.

Sebagai desainer instruksional yang mencari informasi tentang trainee, berikut pertanyaan yang akan muncul:

  • Apakah tujuan dari pembuatan bahan ajar berbasis teknologi informasi ini?
  • Apa tujuan pembelajaran yang hendak dicapai?
  • Pengetahuan apa saja yang telah dimiliki oleh trainee mengenai materi yang akan disampaikan?
  • Siapakah yang akan menggunakan bahan ajar berbasis TIK ini dan seperti apa karakteristik mereka?
  • Bagaimana cara penyampaiannya?
  • Dari segi pedagogis, apa yang perlu diperhatikan untuk pembelajaran online?
  • Sampai kapan batas waktu pengerjaan ini?

Hasil akhir dari tahap analisis adalah pengetahuan mengenai kondisi awal dan informasi mengenai perencanaan seperti apa yang perlu dibuat.

 

  1. Design (Desain)

Pada tahap desain, didapatkan seluruh informasi dari tahap analisis dan memulai proses kreatif dari merancang bahan ajar berbasis teknologi informasi untuk mencapai tujuan pembelajaran (training). Kita juga mengidentifikasi materi dan sumber daya yang akan dibutuhkan, merancang kegiatan pembelajaran, dan menentukan bagaimana cara mengukur prestasi belajar trainee. Hasil akhir dari tahap desain adalah sebuah cetak biru (blueprint) atau storyboard pembelajaran berbasis teknologi informasi.

addie_model

Image source: www.sandrasembel.weebly.com

   

  1. Development (Pengembangan)

Pada tahap pengembangan, materi pembelajaran dibuat dan disusun sesuai dengan rancangan atau storyboard yang telah dibuat pada tahap desain. Sumber daya yang diperlukan seperti audio, video, grafis dan multimedia lainnya yang mulai dikemas dalam sebuah bahan ajar. Pada tahap ini pula dilakukan ujicoba materi ajar yang telah dibuat kepada beberapa trainee untuk memperoleh feedback dari mereka. Hasil akhir dari tahap pengembangan ini adalah sebuah bahan ajar berbasis TIK.

 

  1. Implementation (Pelaksanaan)

Pada tahap pelaksanaan, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di kelas, peserta didik dibantu belajar, penampilan mereka dinilai, dan cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar diidentifikasi. Pada tahap ini peserta didik dibimbing bagaimana menggunakan teknologi yang dipakai. Perlu dipastikan bahwa pada tahap ini semua teknologi yang dipakai harus dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Tahap pelaksanaan ini juga merupakan evaluasi dari tahap perencanaan. Perlu dicatat apa saja yang meningkatkan pembelajaran dan apa saja yang menghambat pembelajaran trainee  dari materi ajar yang telah dibuat. Hasil akhir dari tahap pelaksanaan adalah terjadinya proses pembelajaran berbasis teknologi informasi yang efektif di dalam maupun di luar ruangan kelas.

 

  1. Evaluation (Evaluasi)

Pada tahap ini apa yang telah dilakukan direfleksikan dan direvisi yaitu mulai dari tahap analisis, desain, pengembangan, hingga pelaksanaan. Jika terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, maka perlu diidentifikasi untuk kemudian disempurnakan. Terdapat dua bentuk evaluasi yakni evaluasi formatif, yang dilakukan pada masing-masing tahapan, serta evaluasi sumatif untuk mengukur sampai seberapa jauh trainee mampu belajar dari bahan ajar berbasis teknologi informasi serta memperoleh umpan balik dari trainee.

Hasil akhir dari tahap ini adalah laporan evaluasi dan revisi dari masing-masing tahap untuk digunakan sebagai acuan revisi masing-masing tahapan serta feedback secara keseluruhan dari bahan ajar yang telah dibuat.

TAhapan pengembahan

Gambar di atas memperlihatkan bahwa hasil dari tahap evaluasi dipakai untuk merevisi tahap-tahap sebelumnya. Pada setiap perpindahan tahapan, bisa juga dilakukan penyesuaian untuk tahap sebelumnya. Ya, desain instruksional memang suatu proses dinamis yang dapat berubah-ubah sesuai dengan informasi dan evaluasi yang diterima. Semua perubahan yang dilakukan memiliki satu tujuan, yakni meningkatkan hasil pembelajaran peserta didik.

(Sumber : http://blog.pinteraktif.com/addie-formula-wajib-untuk-desain-instruksional/)